Kendari,
Pernikahan dini tidaklah semanis cerita di opera sabun atau sinetron.
Jauh dari romantisme, belum matangnya organ reproduksi pada remaja yang
menikah muda membuatnya terancam berbagai masalah, mulai dari gangguan
fisik, psikologis, hingga kekerasan dalam rumah tangga.
"Belum
matangnya organ reproduksi menyebabkan pelaku pernikahan dini umur
10-14 tahun 5 kali lebih besar mengalami kematian saat melahirkan. Pada
remaja usia 15-20 tahun, risikonya 2 kali lipat," jelas Shauqi Maulana,
Duta Mahasiswa Genre Tingkat Nasional 2012, dalam acara 'Seminar Remaja
dalam Rangka Hari Keluarga XX Tingkat Nasional' di Hotel Azahra,
Kendari, Rabu (26/6/2013).
Selain
itu, belum matangnya organ reproduksi menyebabkan wanita yang menikah
di usia muda berisiko terhadap berbagai penyakit mengerikan, seperti
kanker serviks, kanker payudara, mioma dan kanker rahim.
Secara
psikologis, mental remaja juga belum siap untuk menghadapi berbagai
masalah dalam pernikahan. Akibatnya, banyak terjadi perceraian di usia
muda dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurut hasil riset, 44
persen pelaku pernikahan dini mengalami KDRT frekuensi tinggi, dan 56
persen mengalami KDRT frekuensi rendah.
"Masih
pacaran aja berantem sedikit langsung galau. Belum siap mental pria
jangan dipaksakan menikah, nanti dikit-dikit main tangan," ujar alumni
Fakultas Komunikasi, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin ini.
Belum
lagi soal pendidikan yang terbengkalai. Menurut riset, hanya 0,02
persen pelaku pernikahan dini yang dapat melanjutkan pendidikannya
hingga perguruan tinggi.
Uqi
mengatakan, perilaku seksual menyimpang juga tinggi di kalangan remaja
yang menikah dini. Hal ini dipicu akibat maraknyaa video porno, yang
membuat banyak remaja ingin mencoba-coba.
"Belum waktu dan tempatnya tapi sudah dilakukan. Akhirnya menimbulkan penyakit," tutur Uqi.
Dengan
adanya Genre (Generasi Berencana) dan program Penundaan Usia Perkawinan
(PUP), idealnya wanita menikah di atas usia wanita 20 tahun dan pria 25
tahun. Usia tersebut dianggap sudah baik dan matang untuk organ
reproduksi wanita, melahirkan, mengatur perekonomian dan keluarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar